Dalam industri garmen dan tekstil, benang jahit poliester biasanya dinyatakan dalam format "nomor benang/jumlah lilitan", seperti 20/2, 40/2, 40/3, 60/2, dan 60/3. Angka pertama merujuk pada nomor benang, yang menunjukkan ketebalan benang—semakin tinggi nomornya, semakin halus benang tersebut. Angka kedua menunjukkan jumlah lilitan, yaitu berapa banyak benang tunggal yang dipintal bersama—semakin banyak lilitannya, semakin tebal dan kuat benang tersebut.

Secara umum, ketebalan dan kekuatan benang sangat berkaitan erat. Sebagai contoh, benang 20/3 lebih tebal dan menawarkan kekuatan yang lebih tinggi, sedangkan benang 60/2 lebih halus dan lebih cocok untuk kain ringan. Di antara semua spesifikasi tersebut, benang 40/2 dan 60/3 merupakan pilihan yang paling umum digunakan dan paling serbaguna, karena memberikan keseimbangan yang baik antara kehalusan dan kekuatan, sehingga cocok untuk berbagai macam kain standar.
Jenis benang yang berbeda digunakan untuk aplikasi yang berbeda. Benang 60/2 terutama digunakan untuk kain ringan seperti sifon dan sutra, menghasilkan jahitan yang halus dan rapi. Benang 40/2 dan 60/3 banyak digunakan untuk kain umum seperti katun, campuran poliester, serta viskosa, sehingga menjadi pilihan utama dalam produksi garmen. Benang 40/3 lebih cocok untuk kain sedang hingga tebal seperti fleece dan wol. Sementara itu, benang 20/2 dan 20/3 dirancang untuk aplikasi tugas berat seperti denim dan tas, menawarkan kekuatan dan ketahanan abrasi yang lebih tinggi, serta juga sering digunakan untuk jahitan dekoratif.

Dengan meningkatnya fokus global terhadap keberlanjutan, benang jahit poliester daur ulang kini menjadi tren penting di industri ini. Poliester daur ulang umumnya dibuat dari botol plastik bekas konsumen, yang kemudian dibersihkan, dilelehkan, dan dipintal kembali menjadi serat. Proses ini membantu mengurangi limbah serta menurunkan emisi karbon secara signifikan. Sambil mempertahankan kekuatan, ketahanan, dan kinerja jahit yang stabil, benang daur ulang dapat secara efektif menggantikan produk poliester primer serta memenuhi permintaan yang terus meningkat akan bahan ramah lingkungan.

Kesimpulannya, pemilihan benang jahit yang tepat dapat mengikuti aturan sederhana: benang lebih halus untuk kain ringan, dan benang lebih tebal serta lebih kuat untuk aplikasi berbobot berat atau berbeban tinggi. Dengan menggabungkan pemilihan benang yang tepat bersama manfaat lingkungan dari poliester daur ulang, produsen tidak hanya dapat menjamin kualitas produk, tetapi juga meningkatkan keberlanjutan serta menambah nilai produk mereka di pasar global saat ini.