Dalam industri tekstil, kata "daur ulang" sering memunculkan citra label ramah lingkungan dan jejak karbon yang lebih rendah—namun bagaimana dengan kinerjanya? Di masa lalu, memilih bahan daur ulang kerap berarti mengorbankan kekuatan, ketahanan, atau estetika.
Kami meyakini bahwa keberlanjutan tidak boleh bertentangan dengan kinerja. Melalui inovasi teknologi dan optimalisasi material, kami telah mencapai kemenangan bersama: serat daur ulang yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga kuat dan andal.
Benang FDY (Fully Drawn Yarn) dan DTY (Draw Textured Yarn) daur ulang kami berasal dari dua sumber ramah lingkungan utama:
Melalui pengendalian pemintalan yang presisi dan proses finishing canggih, bahan baku daur ulang ini diubah menjadi serat yang memberikan kinerja kelas atas sekaligus nilai keberlanjutan.
Manajemen kualitas ketat kami memastikan benang daur ulang memenuhi—atau bahkan melampaui—parameter kinerja utama seperti kekuatan tarik, ketahanan warna, dan stabilitas dimensi, dibandingkan bahan baku baru.
Polieste r daur ulang memanfaatkan jaringan daur ulang yang matang, sehingga menjamin pasokan stabil dan harga yang kompetitif. Nylon 66 daur ulang lebih mahal, namun memberikan nilai jangka panjang dalam aplikasi berkinerja tinggi.
Portofolio beragam bahan daur ulang ini memberikan fleksibilitas bagi merek dan produsen—memenuhi berbagai anggaran serta kebutuhan kinerja, sekaligus mengintegrasikan keberlanjutan ke dalam rantai pasok.
Keberlanjutan tidak boleh dikorbankan demi kinerja. Melalui proses inovatif dan optimalisasi material, kami telah membuktikan bahwa benang daur ulang mampu memberikan kedua hal tersebut: ramah lingkungan sekaligus berkinerja tinggi.
Antara tanggung jawab lingkungan dan daya saing pasar, kami memilih keduanya—karena inilah masa depan industri, dan ini merupakan komitmen kami.